Arsip Tag: fakta penyakit tbc

Fakta Penting Penyakit TBC Yang Harus Di Ketahui

Fakta Penting Penyakit TBC Yang Harus Di Ketahui – Penyakit TBC merupakan masalah kesehatan yang telah lama di hadapi berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Terlepas dari kemajuan yang telah di capai, jumlah kasus baru di Indonesia masih menduduki peringkat ketiga di dunia, dengan bebas kasus TBC baru sekitar 824.000 kasus dan kematian sebesar 15.186 kasus pada tahun 2021. Berbagai upaya telah di lakukan guna mendukung cita-cita dunia untuk mencapai dunia yang bebas TBC pada tahun 2030.

Tuberkulosis (TBC) Di Sebabkan Oleh Bakteri Mycobacterium Tuberculosis

Jadi, adalah tidak benar bila di sampaikan TBC merupakan penyakit keturunan, atau bahkan penyakit akibat guna-guna, melainkan di sebabkan oleh proses infeksi. Mycobacterium tubercolusis merupakan bakteri yang paling sering di temukan sebagai penyebab infeksi TBC. Terdapat jenis mycobacterium lain yang turut berkontribusi, misalnya m. bovis, m. africanum, m.microti, dan m. cannetti.

Tuberkulosis (TBC) Tidak Hanya Menginfeksi Organ Paru-Paru

Sebagian besar infeksi TBC memang terjadi di parenkim paru, sehingga di kenal sebagai TBC paru. Akan tetapi, bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi organ lain (di kenal sebagai TBC ekstra paru) mulai dari pleura (selaput paru), kelenjar limfe (getah bening), tulang, selaput otak, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, batuk lama, batuk darah, sesak napas, atau nyeri dada bukan gejala satu-satunya dan penyakit ini. Karena masing-masing organ yang terinfeksi akan memberikan gejala yang berbeda, misalnya pada TBC kelenjar getah bening akan di temukan pembesaran atau pembengkakan kelenjar terkait. Atau pada penyakit ini selaput otak dapat di temukan penurunan kesadaran hingga kejang-kejang. Terdapat pula beberapa gejala lain yang menambah kecurigaan terhadap penyakit ini.

Tidak Menular Dari Hewan Ke Manusia

Tidak di temukan hewan yang berperan sebagai agen penularan penyakit ini. Sebagai catatan, salah satu kuman mycobacterium lain dapat bertahan dalam susu sapi yang terinfeksi dan melakukan penembusan ke mukosa saluran cerna dan menyerang kelenjar getah bening di tenggorokan. Saat seseorang mengonsumsi susu dari sapi yang terinfeksi tersebut. Beruntung angka kejadian infeksi ini hampir tidak pernah di temukan lagi di karenakan proses pasteurisasi susu dan strategi kontrol penyakit ini yang efektif pada ternak.

Baca Juga: Mengenai Rabies, Gejala, Penyebab Dan Pengobatan

Penularan Utama Adalah Melalui Udara

Penyakit ini biasanya menular dari manusia ke manusia lain lewat udara melalui droplet yang keluar ketika seorang yang terinfeksi tbc paru atau tbc pita suara sedang batuk, bersin, bicara, atau melakukan prosedur yang menghasilkan produk aerosol, seperti induksi sputum atau bronkoskop. Satu batuk dapat memproduksi hingga 3.000 percik renik dan satu kali bersin dapat memproduksi hingga 1 juta percik renik. Percik renik ini berukuran sangat kecil, bersifat sangat infeksius dan dapat bertahan di dalam udara sampai 4 jam. Sedangkan, hanya di butuhkan 1-10 basil penyakit ini bagi seseorang untuk mengalami infeksi.

Pemberian Obat Anti TBC Merupakan Komponen Terpenting Dalam Pengobatan

Pengobatan akan di berikan dalam bentuk paduan obat yang tepat, setidaknya mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi atau kekebalan kiman terhadap obat. Obat harus di konsumsi secara teratur dan di awasi secara langsung sampai selesai masa pengobatan. Umumnya pengobatan akan memakan waktu minimal 6 bulan, atau dapat lebih sesuai dengan pertimbangan dokter. Tidak jarang obat akan memberikan efek samping, tapi tidak di benarkan untuk menghentikan obat secara sepihak. Komunikasikanlah hal tersebut dengan dokter kamu agar dapat di temukan solusi yang tepat.