Mengenai Penyakit Amnesia Yang Harus Di Ketahui

Mengenai Penyakit Amnesia Yang Harus Di Ketahui – Amnsia, atau yang di kenal juga dengan istilah sindrom amnestik, adalah sebuah kondisi yang menyebabkan penderitanya kehilangan memori atau ingatan. Ingatan tersebut umumnya meliputi informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Beberapa orang yang menderita kondisi ini tidak dapat mengingat fakta atau pengalaman tanfg terjadi di masa lalu. Lebih parahnya lagi, banyak pula yang mengalami kesulitan membentuk atau menerima informasi dan memori baru. Umumnya beberapa penderita masih memiliki pengetahuan atau sedikit ingatan tentang identitas dirinya. Banyak juga yang masih memiliki kemampuan motorik seperti biasa. Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan pada bagian otak yang berfungsi memproses ingatan. Terdapat beberapa masalah kesehatan yang dapat memicu terjadinya kondisi ini, seperti demensia, stroke, stees, depresi, atau cedera kepala.

Penyebab

Penyebab utama amnesia merupakan terjadinya kerusakan pada bagian otak yang berfungsi untuk membentuk sistem limbik. Sistem limbik tersebut berperan dalam mengatur emosi dan juga ingatan seseorang. Bagian otak tersebut bisa rusak mengalami benturan yang sangat kencang. Ketika kepala terbentur kencang, maka ada kemungkinan dinding otak mengalami cedera berupa retak. Kepala yang terbentur tersebut meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap amnesia. Seseorang akan mengalami amnesia dengan waktu yang berbeda-beda, jika pembuluh darah di sekitar otak mengalami kelainan, misalnya otak kecil cedera dan terhimpir akibat tekanan saat benturan keras terjadi. Sementara itu, jika cedera akibat benturan hanya mencederai dinding otak, amnesia yang terjadi mudah di sembuhkan. Namun, pengidap amnesia membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh, terutama jika cedera cukup parah dan mengenai bagian otak besar, kecil, dan tengah.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis kondisi hilang ingatan secara akurat, dokter akan melakukan rangkaian tes komprehensif untuk mengetahui kemungkinan penyebab hilang ingatan. Selain itu, hasil diagnosis juga dapat membantu dokter mengetahui adanya masalah kesehatan lain seperti alzheimer, depresi, dan tumor otak. Berikut di bawah ini ada beberapa tes yang di lakukan.

Menanyakan Riwayat Medis

Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetes seberapa parah kamu kehilangan ingatan kamu, serta kemungkinan pemicunya.

Pemeriksaan Fisik

Dokter juga akan memeriksa refleks, fungsi sensorik, keseimbangan, serta respon fisiologis untuk memastikan fungsi otak dan sistem saraf kamu.

Baca Juga: Daftar Menu Makanan Sehari-Hari untuk Penderita Diabetes

Kognitif

Tes ini mengukur pemikiran, penilaian, serta memori jangka pendek dan jangka panjang. Tes ini juga dapat menilai tingkat keparahan kehilangan ingatan kamu.

Diagnostik

Tes diagnostik, ini meliputi magnetic resonance imaging (MRI) dan computerized tomography (CT) untuk mendeteksi adanya kerusakan atau kelainan pada otak. Anggota keluarga atau teman perlu menemani pasien saat mengunjungi dokter. Hal ini dapat membantu dokter melakukan penilaian yang lebih tepat apa bila pasien tidak dapat menjawab pertanyaan yang di perlukan.

Gejala

Gejala utama amnesia merupakan hilangnya ingatan masa lalu atau sulit mengingat hal-hal baru. Berdasarkan gejala yang muncul, amnesia dapat di bagi dalam beberapa jenis, yaitu.

Amnesia Anterograde

Amnesia jenis ini membuat penderitanya sulit membentuk ingatan baru. Gangguan ingatan yang di alami penderita amnesia anterograde dapat bersifat sementara, misalnya setelah seseorang mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, amnesia jenis ini juga bisa bersifat permanen bila terjadi kerusakan di bagian otak.

Amnesia Retrograde

Pada kondisi ini, penderita tidak bisa mengingat informasi atau kejadian di masa lalu. Gangguan ini bisa di mulai dengan kehilangan ingatan yang baru terbentuk, kemudian berlanjut dengan kehilangan ingatan yang lebih lama, seperti ingatan masa kecil.

Daftar Menu Makanan Sehari-Hari untuk Penderita Diabetes

Daftar Menu Makanan Sehari-Hari untuk Penderita Diabetes – Diabetes merupakan salah satu kondisi yang memengaruhi kadar gula darah dan memerlukan perhatian khusus setiap hari. Menjaga gula darah stabil sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Pemilihan menu makanan sehari-hari menjadi faktor utama dalam mengontrol gula darah kamu. Menjaga gula darah stabil sangat bergantung pada pilihan menu harian.

1. Sayuran Hijau

Sayuran Hijau terkenal karena memiliki banyak khasiat dengan kandungan protein, vitamin, mineral dan serat yang tinggi. Pastinya bahan makanan ini tetap rendah kalori dan rendah karbohidrat yang aman untuk penderita diabetes. Mengonsumi sayuran seperti bayam, kangkung, brokoli, kubis, pokcoy, kale yang dapat di sajikan dalam bentuk salad, sup, jus atau sedikit di tumis.

2. Salmon

Kemudian ikan salmon terbilang aman dalam kombinasi untuk cutting penderita diabetes karena tinggi omega 3. Lemak baik untuk membantu mengurangi komplikasi serangan jantung dan stroke. JAMA internal medicine memberikan saran setidaknya konsumsi ikan tinggi omega 3minimal 2 kali dalam seminggu. Kamu bisa memadukannya dengan sayuran rendah karbohidrat.

3. Quinoa

Quinoa merupakan biji-bijian yang biasanya di gunakan sebagai pengganti nasi. Banyak orang menganggap quinoa sebagai pengganti nasi. Banyak orang menganggap quinoa adalah sejenis gandum utuh yang tinggi protein dan manfaatnya sangat terasa bagi penderita diabetes dalam menurunkan kadar gula darah.

4. Brokoli

Salah satu sayuran hijau yang sangat di rekomendasikan dalam berbagai menu diet kamu adalah brokoli. Di karenakan brokoli kaya akan serat, vitamin C dan potasium. Supaya kamu tidak merasa hambar, kamu bisa mengolahnya dengan cara di panggang bersama minyak zaitun dan di beri sedikit bumbu.

Baca Juga : Cara Mudah Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Agar Tetap Bersih

5. Kacang-Kacangan

Profesor endokrinologo dan metabolisme dari The Ohio State University Wexner Medical Center menjelaskan bahwa kacang-kacangan adalah makanan untuk diabetes terbaik yang bisa di sajikan dalam makanan utama. Nah cemilan santai yang menyehatkan ini mengandung lemak sehat yang aman. Jenis kacang yang bisa kamu pilih adalah almond, kacang mete, pistachio, hazelnut, walnut atau kacang tanah yang di olah tanpa bumbu.

6. Datang Tanpa Lemak

Protein hewani juga penting dalam kombinasi makanan untuk diabates, seperti daging tanpa lemak. Selain rendah kalori, daging tanpa lemak memiliki manfaat untuk menghambat lonjakan gula darah. Kamu bisa mengonsumsi daging ayam, kalkun atau bebek. Dengan catatan tidak memakan kulitnya. Selain itu, daging sapi seperti tenderloin atau sirloin juga bisa kamu coba.

7. Zucchini

Zucchini, sayuran yang tinggi antioksidan dan serat, magnesium dan vitamin B kompleks ini berguna bagi penderita diabates. Kandungan gizi baik dalam zucchini tentunya berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah.

8. Alpukat

Alpukat bisa menjadi salah satu alternatif pengganti karbohidrat dengan gula tinggi dan lemak yang menjadi lebih sehat dan alami. Kamu juga perlu memperhatikan jumlah asupannya karena kalorinya yang tinggi.

9. Telur

Telur juga menjadi salah satu protein hewani yang baik untuk diabetes. Karena dalam 1 butir telur besar terdapat setengah gram karbohidrat dan 7 gram protein. Namun jumlah asupannya tetap di batasi.

10.Kembang Kol

Kembol kol ini bisa kamu modifikasi sebagai pengganti nasi. Kamu hanya perlu mencincang kecil kembang kol, kemudian di tumis dengan sedikit bumbu agar gurih. Bisa kamu ketahui bahwa kembang kol memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga aman untuk kadar gula darah dan menurunkan risiko di abates tipe 2.

 

Mengenai Penyakit Polio, Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya

Mengenai Penyakit Polio, Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya – Polio merupakan penyakit yang di sebabkan oleh infeksi virus yang menular. Virus polio dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, muloai dari gejala ringan, kelumpuhan permanen, hingga kematian. Penyakit ini lebih rentan menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum di vaksinasi juga berisiko terinfeksi. Melakukan pencegahan yang tepat menjadi tindakan yang efektif untuk menghindari paparan virus penyebab polio. Karena itu, imunisasi atau vaksinasi polio sangat penting untuk mencegah penularan dan melindungi individu dari dampak buruk penyakit ini.

Gejala Polio

Gejala penyakit polio di alami berbeda-beda oleh setiap pengidapnya. Bahkan, 95 hingga 99 persen pengidap polio tidak mengalami gejala.

Gejala Dari Polio Tipe Non-Paralisis

Gejala polio tipe non-paralisis yang juga di kenal sebagai polio abortif biasanya lebih ringan di bandingkan dengan polio abortif biasanya lebih ringan di bandingkan dengan polio paralitik yang menyebabkan kelumpuhan.

  • Deman
  • Nyeri menelan
  • Nyeri kepala
  • Muntah
  • Lemas
  • Meningitis

 Dari Gejala Polio Tipe Paralisis

Polio paralisis merupakan polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Ini awalnya mirip dengan polio non paralisis, seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, dalam waktu satu minggu, gejala tambahan dapat muncul seperti.

  • Gejala awal yang muncul dapat menyerupai polio tipe non paralisis namun setelah satu minggu gejala lainnya akan mengikuti
  • Kehilangan refleks
  • Nyeri otot dan kram otot yang parah
  • Kaki menjadi terkulai
  • Paralisis yang terjadi tiba-tiba, hal ini dapat bersifat temporer maupun permanen
  • Kelainan ekstremitas bawah, terutama pada pinggul dan pergelangan kaki

Gejala Sindorma Paska Polio

Penyakit ini sangat mungkin untuk muncul kembali meskipun seseorang telah di nyatakan sembuh. Hal ini dapat terjadi 14-4- tahun setelah seseorang pertama kali terinfeksi.

  • Kelemahan pada otot dan sendi
  • Nyeri otot yang terus memburuk
  • Menjadi mudah lelah dan lesu
  • Berkurangnya massa otot
  • Kesulitan dalam menelan dan bernapas
  • Sleep-apnea, gangguan berbnapas pada saat tidur
  • Rendahnya toleransi terhadap coach dinging
  • Depresi
  • Masalah dalam konsentrasi dan daya ingat

Baca Juga: Mengenai Diabetes Tipe 2, Penyebab, Gejala, Dan Pengobatan

Penyebab Polio

Penyakit ini di sebabkan oleh infeksi virus polio yang bisa memasuki tubuh melalui rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar melalui aliran darah dan menyerang sistem saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Penularan virus ini dapat terjadi melalui beberapa cara antara lain:

  • Kontak langsung dengan tinja atau cairan tubuh penderita: Virus polio dapat di tularkan melalui interaksi fisik secara langsung dengan seseorang yang telah terinfeksi.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi: Virus ini juga dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang telah tercemar dengan virus penyakit ini.
  • Paparan terhadap percikan air liur: Ini dapat di tular melalui percikan air liur (droplets) ketika penderita batuk atau bersin.

Pengobatan

Saat ini belum ada obat yang bisa mengobati penyakit polio. Namun penyakit ini bisa di atasi dengan melakukan beberapa perawatan yang sesuai dengan anjuran dokter seperti:

1. Manajemen Simptomatik

  • Pada terapi pengobatan ini, pasien akan di berikan manajemen simptomatik berupa:
  • Analgesik dan antipiretik: Pemberian obat seperti parasetamol untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.
  • Fisioterapi: Terapi fisik untuk membantu mempertahankan fungsi otot dan mencegah kontaktur.

2. Dukungan Pernapasan

Pada kasus polio paralitik yang memengaruhi otot pernapasan, penggunaan alat bantu pernapasan seperti ventilator mungki di perlukan.

3. Rehabilitas

Program rehabilitas jangka panjang penting untuk membantu pasien memulihkan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Mengenai Diabetes Tipe 2, Penyebab, Gejala, Dan Pengobatan

Mengenai Diabetes Tipe 2, Penyebab, Gejala, Dan Pengobatan – Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang menyebabkan kadar gula darah meningkat akibat kelainan pada kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin. Penyakit ini merupakan jenis diabetes yang paling sering terjadi. Insulin adalah hormon yang di produksi dan berfungsi membantu gula darah (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk di ubah menjadi energi. Pada diabetes tipe 2, tingginya kadar gula darah terjadi akibat resistensi insulin, yaitu kondisi sel ketika tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik.

Penyebabnya

Diabetes tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin, yaitu ketika tubuh menjadi kebal atau tidak responsif terhadap insulin. Akibatnya, gula tidak dapat masuk ke dalam sel dan menumpuk di dalam darah. Untuk mengatasi kondisi tersebut. Kalian harus bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin agar glukosa dapat masuk ke sel. Namun, seiring waktu, kemampuan kalian menurun sehingga kadar gula darah tetap tinggi. Penyebab resistensi insulin masih terus di teliti. Namun, ada dugaan bahwa diabetes tipe 2 di picu oleh kombinasi fakto-faktor di bawah ini:

  • Kondisi genetik yang berperan dalam cara tubuh untuk memproduksi insulin
  • Berat badan berlebih atau obesitas yang berisiko menimbulkan resistensi insulin pada sel
  • Sindrom metabolik, berupa gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, trigliserida tinggi, dan lingkar pinggang yang melebihi normal

Gejala

Lebih Mudah Haus

Salah satu gejala awal penyakit ini adalah rasa haus yang berlebihan dan terus-menerus. Pengidapnya sering merasa sangat haus dan sering ingin minum air. Kondisi ini terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih banyak melaluin urine.

Sering Buang Air Kecil

Jika kamu sering merasa harus buang air kecil, terutama pada malam hari, kondisi ini dapat menjadi tanda penyakit ini. Tubuh mencoba mengeluarkan kelebihan gula melalui urine, sehingga frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering dari pada biasanya. Kondisi ini juga dapat mnenyebabkan rasa haus yang berlebihan.

Selalu Merasa Lapar

Gejala diabetes tipe 2 lainnya adalah tubuh yang menjadi mudah lapar. Hal ini karena pengidap kondisi ini sering kali tidak mendapatkan energi yang cukup dari makanan yang mereka konsumsi. Pada pengidapnya, tidak tercukupinya glukosa ini bergerak dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Maka dari itu, perasaan lapar terus menerus tanpa melihat seberapa baru kamu makan.

Baca Juga: Tips Pengobatan Penyakit Liver Yang Harus Di Ketahui

Merasa Sangat Lelah

Kadar gula yang tinggi dalam darah mengganggu kemampuan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi yang sel tubuh gunakan. Akibatnya, pengidap penyakit ini sering merasa lelah, lesu, dan kurang bertenaga sepanjang waktu, meskipun sudah beristirahat dengan cukup.

Pengobatan

Penanganan penyakit ini bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Dokter akan menentukan terapi sesaui kondisi pasien, yang dapat meliputi:

Perbaikan Pola Hidup

Penerapan pola hidup sehar merupakan langkah awal dalam mengendalikan kadar gula darah agar tetap normal. Upaya yang dapat di lakukan antara lain:

  • Berolahraga secara rutin sesuai anjuran dokter
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tinggi serat, dan rendah lemak
  • Membatasi asupan gula, termasuk menggunakan pemanis pengganti bila di perlukan, sorbitol atau stevia

Operasi Bariatrik

Operasi ini dapat menjadi bagian dari penanganan penyakit ini pada pasien dengan obesitas. Selain membantu menurunkan berat badan, prosedur ini juga dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga kadar gula darah lebih terkontrol. Penderitaan di abetes di sarankan untuk rutin memantau kadar gula darah secara mandiri dengan menggunakan alat tes gula darah.

Tips Pengobatan Penyakit Liver Yang Harus Di Ketahui

Tips Pengobatan Penyakit Liver Yang Harus Di Ketahui – Tips mengobati penyakit liver atau organ hati tergantung pada tingkat keparahan dan jenis penyakit. Penyakit liver yang tergolong ringan umumnya dapat di atasi dengan menjalani pola hidup sehat. Namun, untuk kasus yang berat, perlu di tangani dengan obat-obatan dan tindakan medis tertentu. Penyakit ini bisa berlangsung dalam waktu singkat atau menetap hingga bertahun-tahun. Penyakit ini umumnya terdiri dari beberapa jenis, di antaranya hepatitis, perlemakan hati, kolestasis, sirosis, dan kanker hati. Ini juga bisa di sebabkan oleh berbagai ha. Misalnya infeksi virus seperti pada hepatitis B, keracunan, efek samping obat-obatan dan konsumsi alkohol, hingga gangguan autoimun. Berikut di bawah ini ada beberapa tips pengobatan penyakit liver yang harus di ketahui.

Menjaga Berat Badan Yang Sehat

Penyakit liver, khususnya perlemakan hati, seringkali terjadi pada orang yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Oleh karena itu, penderita penyakit ini sangat di anjurkan untuk menjaga berat badan ideal dengan menjalani diet sehat dan berolahraga secara rutin. Untuk mengobati penyakit hati, penderita di sarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, makanan manis, dan makanan cepat saji. Hal ini kareja jenis makanan tersebut bisa memicu penimbunan lemak di hati dan mengakibatkan perlemakan hati semakin parah.

Berhenti Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol merupakan salah satu penyebab utama pembengkakan, peradangan, dan kerusakan permanen pada hati. Oleh karena itu, penderita penyakit hati terkait alkohol sangat di anjurkan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Jika merasa sulit menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, penderita bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani program rehabilitasi terhadap kecanduan alkohol.

Mengonsumsi Ramuan Herbal

Ramuan herbal dari temulawak , kunyit, dan akar dandelion, di percaya memiliki khasiat untuk memperbaiki kerusakan hari karena hepatitis, sirosis, dan perlemakan hati. Meski demikian, cara mengobati penyakit liver dengan memanfaatkan bahan herbal tersebut masih belum jelas khasiat dan keamananya. Oleh karena itu, di butuhkan penelitian lebih lanut untuk memastikan efektivitas dan keamanan pengobatan herbal sebagai langkah penanganan penyakit liver. Penderita penyakit liver yang ingin mengonsumsi ramuan herbal apa pun perlu berkonsulasi terlebih dahulu ke dokter. Hal ini penting di lakukan agar dokter dapat memastikan apakah obat tersebut memang aman di konsumsi atau tidak.

Baca Juga: Rekomendasi Jurusan Kuliah dalam Bidang Kesehatan

Operasi

Tindakan operasi umumnya perlu di lakukan pada penderita gangguan hati tertentu, seperti batu empedu dan tumor atau kanker hati. Untuk menangani batu empedu yang muncul beserta gangguan liver, dokter mungkin akan melakukan operasi pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi. Pada kasus tumor atau kanker hati, operasi di perukan untuk mengangkat tumor atau kanker dan menyelamatkan bagian hati yang sehat dan masih berfungsi. Biasanya prosedur operasi kanker hati akan di iringi dengan kemoterapi dan terapi radiasi.

Menjalani Diet Khusus

Penderita penyakit liver, misalnya karena hepatitis, perlemakan hati, konsumsi alkohol, dan sirosis, umumnya juga akan di sarankan untuk menjalani diet khusus yang di sebut diet hati. Diet ini berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi penderita penyakit liver serta meringankan kerja fungsi hati. Dengan demikian, seiring waktu organ hati di harapkan dapat pulih.

Transplantasi Hati

Dokter akan melakukan transplantasi hati jika penyakit liver yang di alami penderita sudah menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi hati. Cara mengobati penyakit liver ini juga umumnya di sarankan untuk di lakukan pada penderita hepatitis kronis, sirosis, atresia bilier, kanker hati, perlemakan hati, dan penyakit wilson.

Rekomendasi Jurusan Kuliah dalam Bidang Kesehatan

Rekomendasi Jurusan Kuliah dalam Bidang Kesehatan – Kuliah Jurusan bidang kesehatan sampai saat ini masih menjadi top of mind bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Namun perlu kamu ketahui bahwa negara kita Indonesia masih mengalami defisit tenaga kesehatan atau kekurangan tenaga kesehatan. Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di ketahui bahwasanya jumlah tenaga kesehatan di Indonesia hanya 0.21% dari total penduduk.

1. Fisioterapi

Jurusan Fisioterapi merupakan jurusan yang mempelajari tentang hal-hal ayng berhubungan dengan fungsi gerak manusia sekaligus komponen organ pendukungnya. Yakni Tulang, otot, sendi dan saraf. Kelihatannya Ilmu yang di pelajari tidak terlalu jauh berbeda dengan ilmu anatomi dan fisiologi pada umumnya. Namun kajian utama dari jurusan ini mempelajari ilmu tentang metode penyembuhan bagi tubuh yang bermasalah dengan gerak. Beberapa mata kuliah di pelajari di jurusan ini antara lain Anatomi, Biomedik, Fisiologi, Biologi Molekuler, Manual Terapi, Patologi dan Evidence Based Practice.

2. Profesi Fisioterapis

Jika kamu bercita-cita membuka klinik fisioterapi sendiri atau ingin menjalani karier profesional sebagai fisioterapis. Maka ijazah S1 atau D4 fisioterapi saja tidak cukup. Kamu harus menempuh pendidikan Profesi Fisioterapis terlebih dahulu. Skema program profesi fisioterapis yang akan kamu jalani kurang lebih sama dengan program-program profesi lainnya. Kamu akan menjalani perkuliahan selama kurang lebih 2-3 semester. Lalu pada akhir program kamu harus melewati ujian kompetensi profesi sampai akhirnya di nyatakan lulus. Selama mengikuti program Profesi Fisioterapis kamu akan mempelajari mata kuliah yang lebih spesifik.

3. Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Rekam Medis dan Informasi Kesehatan adalah jurusan yang mempelajari tentang sistem pencatatan dan pelaporan di lingkup fasilitas kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi sistem informasi. Data-data tersebut menjadi referensi utama bagi dokter, perawat dan pihak administrasi suatu fasilitas kesehatan dalam merespon dan memberi tindakan kepada pasien.

Baca Juga : Cara Cepat Lulus Kuliah Tepat Waktu yang Bisa Kalian Terapkan

4. Kesehatan Masyarakat

Fokus Utama Jurusan Kesehatan Masyarakat adalah melahirkan lulusan yang mampu menginvestigasi kondisi kesehatan pada suatu kelompok masyarakat dan mampu menghasilkan rekomendasi penanganan masalah kesehatan yang ada. Selain itu, lulusan jurusan Kesehatan Masyarakat juga di bekali dengan kemampuan membuat, menjalankan dan mengkomunikasikan program-program kesehatan dengan baik. Kamu bisa menjalankan peran-peran tersebut, selama kuliah di jurusan ini kamu akan mempelajai banyak hal. Seperti administrasi dan kebijakan kesehatan, perencanaan dan evaluasi kesehatan, promosi kesehatan, surveilans kesehatan masyarakat, pengelolaan limbah, pengelolaan air bersih, epidemiologi dan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

5. Ilmu Gizi

Jurusan ilmu Gizi adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang nutrisi pada bahan makanan serta peran dan fungsi bagi tubuh manusia. Selain itu, di jurusan ini kamu juga akan di ajarkan tentang pola makan yang sehat termasuk gaya hidup untuk mengoptimalkan kondisi tubuh. Lulusan jurusan ini akan menjadi ahli gizi profesional atau nutritionist dan bisa bekerja di rumah sakit. Perusahaan hingga klub olahraga. Tugasnya adalah menyiapkan formulasi nutrisi yang di butuhkan oleh orang yang sedang dalam program pemulihan atau training.

6. Manajemen Informasi Kesehatan

Sekalipun nama jurusan ini mirip dengan jurusan yang di bahas sebelumnya. Tetapi jurusan manajemen informasi kesehatan berbeda dengan jurusan rekam medis dan informasi kesehatan. Jurusan ini berfokus pad ainformasi data pasies. Jurusan Manajemen Informasi kesehatan fokusnya pada pengelolaan seluruh informasi yang ada di suatu fasilitas kesehatan yang bermuara pada sistem informasi yang terintegrasi satu sama lain. Jika di lihat sepintas, jurusan ini kurang lebih seperti jurusan informatika namun fokus pada bidang kesehatan.