Mengenai Penyakit Polio, Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya

Mengenai Penyakit Polio, Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya

Mengenai Penyakit Polio, Gejala, Penyebab Dan Pengobatannya – Polio merupakan penyakit yang di sebabkan oleh infeksi virus yang menular. Virus polio dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, muloai dari gejala ringan, kelumpuhan permanen, hingga kematian. Penyakit ini lebih rentan menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum di vaksinasi juga berisiko terinfeksi. Melakukan pencegahan yang tepat menjadi tindakan yang efektif untuk menghindari paparan virus penyebab polio. Karena itu, imunisasi atau vaksinasi polio sangat penting untuk mencegah penularan dan melindungi individu dari dampak buruk penyakit ini.

Gejala Polio

Gejala penyakit polio di alami berbeda-beda oleh setiap pengidapnya. Bahkan, 95 hingga 99 persen pengidap polio tidak mengalami gejala.

Gejala Dari Polio Tipe Non-Paralisis

Gejala polio tipe non-paralisis yang juga di kenal sebagai polio abortif biasanya lebih ringan di bandingkan dengan polio abortif biasanya lebih ringan di bandingkan dengan polio paralitik yang menyebabkan kelumpuhan.

  • Deman
  • Nyeri menelan
  • Nyeri kepala
  • Muntah
  • Lemas
  • Meningitis

 Dari Gejala Polio Tipe Paralisis

Polio paralisis merupakan polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Ini awalnya mirip dengan polio non paralisis, seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, dalam waktu satu minggu, gejala tambahan dapat muncul seperti.

  • Gejala awal yang muncul dapat menyerupai polio tipe non paralisis namun setelah satu minggu gejala lainnya akan mengikuti
  • Kehilangan refleks
  • Nyeri otot dan kram otot yang parah
  • Kaki menjadi terkulai
  • Paralisis yang terjadi tiba-tiba, hal ini dapat bersifat temporer maupun permanen
  • Kelainan ekstremitas bawah, terutama pada pinggul dan pergelangan kaki

Gejala Sindorma Paska Polio

Penyakit ini sangat mungkin untuk muncul kembali meskipun seseorang telah di nyatakan sembuh. Hal ini dapat terjadi 14-4- tahun setelah seseorang pertama kali terinfeksi.

  • Kelemahan pada otot dan sendi
  • Nyeri otot yang terus memburuk
  • Menjadi mudah lelah dan lesu
  • Berkurangnya massa otot
  • Kesulitan dalam menelan dan bernapas
  • Sleep-apnea, gangguan berbnapas pada saat tidur
  • Rendahnya toleransi terhadap coach dinging
  • Depresi
  • Masalah dalam konsentrasi dan daya ingat

Baca Juga: Mengenai Diabetes Tipe 2, Penyebab, Gejala, Dan Pengobatan

Penyebab Polio

Penyakit ini di sebabkan oleh infeksi virus polio yang bisa memasuki tubuh melalui rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar melalui aliran darah dan menyerang sistem saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Penularan virus ini dapat terjadi melalui beberapa cara antara lain:

  • Kontak langsung dengan tinja atau cairan tubuh penderita: Virus polio dapat di tularkan melalui interaksi fisik secara langsung dengan seseorang yang telah terinfeksi.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi: Virus ini juga dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang telah tercemar dengan virus penyakit ini.
  • Paparan terhadap percikan air liur: Ini dapat di tular melalui percikan air liur (droplets) ketika penderita batuk atau bersin.

Pengobatan

Saat ini belum ada obat yang bisa mengobati penyakit polio. Namun penyakit ini bisa di atasi dengan melakukan beberapa perawatan yang sesuai dengan anjuran dokter seperti:

1. Manajemen Simptomatik

  • Pada terapi pengobatan ini, pasien akan di berikan manajemen simptomatik berupa:
  • Analgesik dan antipiretik: Pemberian obat seperti parasetamol untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.
  • Fisioterapi: Terapi fisik untuk membantu mempertahankan fungsi otot dan mencegah kontaktur.

2. Dukungan Pernapasan

Pada kasus polio paralitik yang memengaruhi otot pernapasan, penggunaan alat bantu pernapasan seperti ventilator mungki di perlukan.

3. Rehabilitas

Program rehabilitas jangka panjang penting untuk membantu pasien memulihkan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *