Arsip Tag: darah tinggi

Mengenal Hipertensi atau Darah Tinggi dan Cara Mengobatinya

Mengenal Hipertensi atau Darah Tinggi dan Cara Mengobatinya – Hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih. Jika tidak segera di tangani, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi serius, sepeerti gagal jantung, penyakit ginjal hingga stroke. Tekanan darah di nyatakan dalam dua nilai angka yang di pisahkan dengan garis miring atau yang biasanya di sebut “per” Angka di awal, yaitu sebelah kiri garis miring menandakan tekanan sistolik. Ini adalah tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi untuk memompa darah keluar dari jantung. Angka di akhir yang berada setelah garis miring menandakan tekanan diastolik. Yaitu tekanan darah saat jantung terelaksasi dan menyedoy atau menerima darah masuk kembali ke dalam jantung.

1. Penyebab Hipertensi

Penyebab hipertensi bisa bermacam-macam, bisa juga tidak di ketahui. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi bisa di bedakan menjadi hipertensi primer dan sekunder, Jenis darah tinggi yang penyebabnya tidak di ketahui dengan pasti dan biasanya berkembang perlahan dalam waktu bertahun-tahun. Nah, Hipertensi primer merupakan jenis darah tinggi yang paling sering di temukan. Sementara itu, hipertensi sekunder adalah jenis tekanan darah tinggi yang di sebabkan oleh berbagai kondisi atau penyakit lain dan bisa terjadi secara mendadak, termasuk pada anak-anak.

2. Faktor Risiko Hipertensi

Beberapa risiko di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Contohnya seperti berusia di atas 65 tahun, jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Atau seperti sedang hamil, memiliki keluarga yang juga menderita tekanan darah tinggi. Banyak sekali faktor dari risiko hipertensi dari sleep annea, diabetes dan penyakit ginjal. Sering mengonsumsi makanan tinggi garam dalam jumlah banyak, merokok dan sering minum alkohol.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Di Usia Lansia

3. Gejala Hipertensi

Tekanan darah tinggi di kenal dengan istilah the silent killer atau penyakit yang membunuh secara diam-diam. Hal ini karena sering kali hipertensi tidak menimbulkan gejala atau tidak di sadari sampai tekanan darah sudah sangat tensi atau hipertensi dapat menimbulkan komplikasi. Kondisi ini di mana tekanan darah sudah sangat tinggi di sebut krisis hipertensi. Yaitu ketika tekanan darah sudah mencapai 180/120 mmHg atau lebih. Gejala yang dapat muncul ketika tekanan darah terlalu tinggi adalah. Mual dan muntah, sakit kepala, mimisan, nyeri dada, gangguan penglihatan, telinga berdenging, gangguan irama jantung dan kencing berdarah.

4. Kapan Harus Ke Dokter

Seperti yang telah di jelaskan di atas, hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala dan tidak di sadari sampai tekanan darah sudah terlalu tinggi atau bahkan ketika sudah terjadi komplikasi. Untuk menghindari hal tersebut pemeriksaan tekanan darah sebaiknya di lakukan secara rutin setidaknya setiap 1 tahun sekali sejak usia 18 tahun. teruta,a pada orang yang memiliki risiko untuk terkena hipertensi. Jika pada pemeriksaan tekanan darah sebaiknya di lakukan rutin setidaknya setiap satu tahun sekali sejak usia 18 tahun terutam apada orang yang memiliki risiko terkena hipertensi.

5. Diagnosis Hipertensi

Pertama-tama, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya. Dokter juga akn bertanya mengenal gaya hidup pasien. Seperti kebiasaan merokok dan mengonsumi minuman beralkohol. Setelah itu dokter akan memeriksa tanda-tanda vital seperti denyut nadi, laju napas dan tekanan darah. Pemeriksaan tekanan darah di lakukan dengan menggunakan alat tensimeter atau sphymomanometer. Jika pasien sudah di pastikan menderita hipertensi, dokter akan mencari tahu penyebab tekanan darah tinggi dan mendeteksi kerusakan organ yang mungkin terjadi akibat kondisi ini.