Arsip Tag: penyebab tetanus

Mengenali Gejala. Penyebab dan Cara Mengobati Tetanus

Mengenali Gejala. Penyebab dan Cara Mengobati Tetanus – Tetanus adalah penyakit infeksi serius yang di sebabkan oleh bakteri Vlostridium tetani. Bakteri ini menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan otot menjadi kaku serta tegang. Tetanus termasuk kondisi gawat darurat yang dapat membahayakan jiwa bila tidak segera di tangani. Nah, tetanus tidak menular dari satu orang ke orang lain. Penyakit ini dapat di cegah dengan imunisasi Tetanus. Namun seseorang yang mengalami tetanus tidak otomatis memiliki kekebalan seumur hidup sehingga tidak perlu mendapatkan vaksin sesuai jadwal yang di anjurkan.

1. Penyebab Tetanus

Tetanus terjadi akibat bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini umumnya di temukan di tanah, debu dan kotoran hewan, Spora bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, seperti luka tusuk oleh benda tajam yang terkontaminasi, luka bakar, luka robet atau luka akibat gigitan hewan. Di dalam tubuh vakteri akan berkembang dan menghasilkan racun bernama tetanospasmin. Racun ini menyebar melalui aliran darah dan sistem saraf. Lalu menganggu kerja sarag yang mengatur gerakan otot. Akibatnya otot menjadi kaki dan mengalami kejang yang tidak terkendali.

  • Risiko terkena tetanus lebih tinggi pada orang yang:
  • Tidak pernah atau tidak lengkap menjalani imunisasi tetanus
  • Memiliki luka yang kotor dan tidak segera di bersihkan dengan baik
  • Mengalami luka tusuk dalam, misalnya akibat paku berkarat
  • Menggunakan jarum suntik tidak steril

2. Gejala Tetanus

Gejala tetanus biasanya muncul dalam 3-21 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan rata-rata sekitar 7-10 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan rata-rata sekitar 7-10 hari. Masa inkubasi yang lebih singkat umumnya berkaitan dengan infeksi yang lebih berat. Gejala awal yang khas adalah kaku dan tegang pada otot rahang. Sehingga penderita sulit membuka mulut. Selanjutnya, kekakuan dapat menyebar ke otot leher, bahu, punggung dan perut.

Baca Juga : Tips Menghilangkan Batuk Dengan Cepat

3. Kapan Harus ke Dokter

Luka kecil sering kali di anggap tidak berbahaya, terutama jika tampak bersih dan tidak terlalu dalam. Namun, luka yang kotor, dalam atau di sebabkan oleh benda tajam tetap berisiko menyebabkan tetanus. Terlebih jika status imunisasi belum jelas atau belum lengkap. Jika kamu mengalami luka dan ragu terhadap riwayat imunisasi tetanys kamu bisa berkonsultasi dan buat janji temu dengan dokter. Terlebih jika kamu mengalami gejala berikut setelah mengalami luka :

1. Rahang terasa kaku atau sulit membuka mulut

2. Sulit Menelan

3. Otot Leher, punggung atau perut terasa tegang dan kaku

4. Kejang otot yang nyeri

5. Sesak napas

4. Diagnosis Tetanus

Diagnosis tetanus umumnya di tegakkan berdasarkan gejala klinis dan riwayat luka. Karena tidak ada pemeriksaan laboratorium khusus yang dapat memastikan tetanus secara cepat dan akurat. Dokter akan menanyakan riwayat imunisasi, waktu terjadinya luka serta melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kekakuan dan kejang otot. Pemeriksaan penunjang dapat di lakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan gejala berupa.

5. Pengobatan tetanus

Tetanus belum memiliki obat yang dapat menghilangkan racunnya secara langsung setelah terikat pada saraf. Oleh karena itu, pengobatan bertujuan untuk menghentikan produksi racun. Mengendalikan kejang, serta menjaga fungsi pernapasan dan organ vital.Penangannya bisa dengan pemberian imunoglobulin tetanus untuk menetralkan racun yang belum terikat pada saraf. pembersigan luka debriment untuk menghilangkan sumber bakteri, antibiotik seperti metronidazole untuk membunuh bakteri. Obat penenag dan pelemas otot untuk mengurangi kejang, dan di perlukan perawatan intensif termasuk bantuan alat pernapasan bila di perlukan.